Sabtu, 09 April 2022

Shalat Witir

Shalat Witir adalah shalat yang dilaksanakan sebagai penutup dari ibadah shalat sunnah lainnya. Jumlah rakaat Sholat Witir adalah ganjil, dilaksanakan 2 rakaat atau minimal 1 rakaat. Shalat sunnah witir adalah salah satu shalat sunnah mu’akkad (sangat dianjurkan)

Niat Shalat Witir Satu Rakaat 

أصلى سنة من الوتر ركعة مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatam minal witri rak'atal mustaqbilal qiblati adā’an lillaahhi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat shalat sunnat witir satu rakaat karena Allah ta'ala."

Notes: membaca tiga surat pendek sekaligus yakni Al-Falaq, Al-Ikhlas, dan An-Nas atau surah lainnya

Niat Shalat Witir Dua Rakaat

اُصَلِّى سُنَّةَ مِنَ الوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan minal Witri rak‘ataini mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah bagian dari shalat Witir dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT.”

Niat Shalat Witir Tiga Rakaat (1 Salam)

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal witri tsalâtsa raka'âtin mustaqbilal qiblati adâ'an makmuman lillāhi ta‘ālā

Artinya: "Aku menyengaja salat sunnah shalat witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."

Notes: Pada rakaat pertama disunahkan membaca surat Al A'la. Selanjutnya untuk rakaat kedua membaca surat Al-Kafiruun dan yang terakhir pada rakaat ketiga membaca tiga surat sekaligus yakni Al-Falaq, Al-Ikhlas, dan An-Nas.

Doa Setelah Shalat Witir

Sendirian:

Allahumma innaa nas'aluka iimaanan daaimaan, wan'asaluka qalban khaasyi'an, wanas'aluka 'ilman naafi'an, wanas'aluka yaqiinan shaadiqon, wanas'aluka 'amalan shaalihan, wanas'aluka diinan qayyiman, wanas'aluka khairan katsiran, wanas'alukal 'afwa wal'aafiyata, wanas'aluka tamaamal 'aafiyati, wanas'alukasyukra 'alal 'aafiyati, anas'alukal ghinaa'a'aninnaasi.

Allahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa waqiyaamanaa watakhusy-syu'anaa watadhorru'anaa wata'abbudanaa watammim taqshiiranaa yaa allaahu yaa allaahu yaa allaahu yaa arhamar raahimiin. Washallallaahu 'alaa khairi khalqihi muhammadin wa'alaa aalihi washahbihiajma'iina,walhamdulillaahirabbil'aalamiina.

Artinya: "Wahai allah. Sesungguhnya kami memohon kepada-mu iman yang tetap, kami memohon kepada-mu hati yang khusyu', kami memohon kepada-mu ilmu yang bermanfaat, kami memohon kepada-mu keyakinan yang benar, kami memohon kepada-mu amal yang shaleh, kami memohon kepada-mu agama yang lurus, kami memohon kepada-mu kebaikan yang banyak, kami memohon kepada-mu ampunan dan afiat, kami memohon kepada-mu kesehatan yang sempurna, kami memohon kepada-mu syukur atas kesehatan, dan kami memohon kepada-mu terkaya dari semua manusia."

"Wahai allah, tuhan kami. Terimalah dari kami shalat kami, puasa kami, shalat malam kami, kekhusyu'an kami, kerendahan hati kami, ibadah kami. Sempurnakanlah kelalaian atau kekurangan kami, wahai allah wahai allah wahai allah wahai dzat yang paling penyayang diantara para penyayang. Semoga rahmat allah tercurahkan kepada sebaik-baiknya makhluk-nya, muhammad, keluarga dan sahabatnya semua, dan segala puji milik allah, tuhan semesta alam."

Berjamaah:

Subhanal malikil qudduus (3x), subbuhun quddusun rabbunaa wa rabbul malaa-ikati warruuh, allahumma inni a'udzu bi ridhaoka min sakhotik wa bi mu'afaatika min 'uqubatik, wa a'udzu bika minka laa uh-shi tsanaa-an 'alaik, anta kamaa atsnaita 'ala nafsik

Artinya: maha suci engkau yang maha merajai lagi maha suci dari berbagai kekurangan, maha suci lagi quddus tuhan kami, tuhan para malaikat, dan malaikat jibril, ya allah, aku berlindung dengan keridhaan-mu dari kemarahan-mu, dan dengan keselamatan-mu dari hukuman-mu dan aku berlindung kepada-mu dari siksa-mu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-mu, engkau adalah sebagaimana yang engkau sanjungkan kepada diri-mu sendiri.

Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penyampaian informasi🙏

Shalat Tahajud

Tahajud berasal dari kata kerja ‘tahajjada’ yang berarti tetap terjaga di malam hari, berjaga malam.

Pembagian waktu dalam salat tahajud dalam buku "Panduan Sholat Sunnah Rekomendasi Rasulullah" karya Zezen Zainal Alim:
  1. Sepertiga malam, waktunya kira-kira jam 20.30 hingga 23.00.
  2. Sepertiga kedua, waktunya kira-kira jam 23.00 hingga 1.30 dini hari.
  3. Sepertiga ketiga, waktunya kira-kira jam 1.30 dini hari hingga menjelang masuknya waktu subuh (waktu paling utama untuk melaksanakan salat tahajud).
Niat Shalat Tahajud

اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

"Ushallii sunnatan tahajjudi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'alla."

Artinya: "Aku niat sholat sunna tahajud 2 rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala."

Doa Setelah Shalat Tahajud

اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

"Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa'dukal haq. Wa liqâ'uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ'atu haq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a'lantu, wa mâ anta a'lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu'akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh."

Artinya, "Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah."

Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penyampaian informasi🙏

Kamis, 07 April 2022

Doa Sesudah Makan

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مِنَ المُسْلِمِيْنَ

Alhamdulillahil ladzii ath'amanaa wa saqaanaa wa ja'alanaa minal muslimiin.

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makanan dan minuman dan menjadikan kami bagian dari orang-orang yang berserah diri."

Doa Sebelum Makan

الَّلهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Allaahumma baarik lanaa fiimaa razaqtanaa wa qinaa 'adzaaban naar.

Artinya: "Ya Allah berilah berkah kepada kami dari apa yang engkau beri rezeki pada kami dan hindarkanlah kami dari azab neraka."


Al-Ummu Madrasatul Ula

"Perempuan tidak usah sekolah tinggi-tinggi, toh nanti berakhir jadi IRT juga"
Ini adalah kalimat yang paling sering saya dengar, ya saya paham bahwa itu adalah hakikat seorang perempuan. 

Tapi, anakku nanti juga berhak memiliki seorang ibu yang cerdas untuk mendidiknya, dan juga seorang ibu yang bahagia karena berkesempatan untuk mengejar mimpinya. Bukan?

Aku paham bahwa setiap orang memiliki pemikiran yang berbeda-beda. Namun, ayahku pernah berkata "Jangan pernah berhenti untuk belajar, sebab engkau nantinya akan ditanya banyak hal oleh anak-anakmu. Engkau akan menjadi sumber ilmu pertama mereka. Jadilah perempuan yang berwawasan luas dan bisa menginspirasi putra dan putrimu kelak. Jika ajaran dari ibunya baik maka baik pula sifat anaknya." 

Al-Ummu madrasatul ula, iza adadtaha adadta syaban thayyibal araq”.
Artinya: Ibu adalah madrasah (sekolah) pertama bagi anaknya. Jika engkau persiapkan ia dengan baik, maka sama halnya engkau persiapkan bangsa yang baik pokok pangkalnya.

Semangat ya para perempuan, tugasmu ada double nih. 
Selain mengejar impian, kamu juga wajib mendidik anakmu, mengajarkan adab, doa, dan mengajarkan alif ba ta sejak dini.
 
Eitssss, tunggu dulu, ada pesan juga nih bagi kaum laki-laki:
"Wal abu mudiruha"
Artinya: Dan seorang ayah adalah kepala sekolahnya

Memang betul bahwa madrasah pertama seorang anak adalah ibunya, 
tapi perlu diingat baik buruknya sebuah madrasah itu tergantung dari pimpinan madrasah tersebut yang mengarahkannya.
Sooo, sebelum berharap mendapatkan madrasah yang baik maka jadilah seorang pemimpin yang baik yaa. 

Oh ya, menikah itu bukan soal siapa cepat tapi seberapa tepat: tepat pasangannya, tepat waktunya, dan tepat hasilnya. Apakah kalian tahu alasan menikah adalah ibadah terpanjang dan terlama? Karena tidak mudah! Kita membutuhkan bekal: ilmu, mental, finansial, dan persiapan diri. 

Jangan "kebelet" menikah karena teman pada nikah duluan.

Semangat ya untuk diri sendiri, just focus on urself :)
#selfreminder

Selasa, 05 April 2022

Shalat Sunnah Rawatib

Shalat rawatib adalah shalat yang mengiringi shalat fardhu. Shalat rawatib dibagi menjadi 2, yakni dilakukan sebelum dan sesudah shalat wajib.

Shalat rawatib yang dilakukan sebelum menjalankan shalat wajib disebut dengan qobliyah. Sedangkan yang dikerjakan setelah shalat wajib disebut ba'diyah.

Niat Shalat Rawatib

Sebelum Shalat Subuh
اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى 
Usholli sunnatash subhi rok'ataini qobliyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala

Sebelum Shalat Dzuhur
اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatadh dzhuhri rok'ataini qobliyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala

Sebelum Shalat Ashar
اُصَلِّيْ سُنَّةَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى 
Ushalli sunnatadl ashri rok’ataini qabliyatan mustaqbilal qiblati ada’an lillahi ta’ala

Sebelum Shalat Maghrib
اُصَلِّى سُنَّةً الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى 
Usholli sunnatal maghribi rok’ataini ba’diyah mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala
 
Sebelum Shalat Isya
اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Usholi sunnatal isyaa’i rok’ataini qabliyata mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala

Sesudah Shalat Dzuhur
اُصَلِّيْ سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatad dhuhri rok'ataini ba’diyah mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala

Sesudah Shalat Maghrib
اُصَلِّى سُنَّةً الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى 
Usholli sunnatal maghribi rok’ataini ba’diyah mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala

Sesudah Shalat Isya
اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Usholi sunnatal isyaa'i rok'ataini ba'diyatta mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala

Hukum Shalat Rawatib

Hukum shalat rawatib dibagi dua, yaitu sunnah muakkad dan sunnah ghairu muakkad. Sunnah muakkad berarti sholat sunnah yang sangat dianjurkan, sedangkan sunnah ghairu muakkad adalah shalat sunnah yang kedudukannya lebih ringan daripada sunnah muakkad.

Shalat Rawatib yang sunnah mua'akkad
  • 2 rakaat sebelum shalat Subuh
  • 2 rakaat sebelum shalat Dzuhur
  • 2 rakaat sesudah shalat Dzuhur
  • 2 rakaat sesudah shalat Maghrib
  • 2 rakaat sesudah shalat Isya
Shalat Rawatib yang sunnah ghairu mua'akkad
  • 2 rakaat sebelum shalat Dzuhur
  • 2 rakaat sesudah shalat Dzuhur
  • 2 rakaat sebelum shalat Ashar
  • 2 rakaat sebelum shalat Maghrib
  • 2 rakaat sebelum shalat Isya

Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penyampaian informasi🙏