Minggu, 03 Mei 2026

Rumah yang Kehilangan Tenang

Terjebak dalam pernikahan yang berbeda prinsip dan budaya memang melelahkan. Rasanya seperti tinggal di satu rumah, tapi berjalan di dua arah yang tidak pernah benar-benar bertemu. Belum lagi ketika ada anak yang membuat langkah terasa tertahan. Pada akhirnya, tidak semua orang hidup dalam kisah cinta yang hangat. Sebagian hanya sedang belajar bertahan tanpa kehilangan dirinya sendiri.

  1. Berhentilah menguras tenaga untuk memenangkan perdebatan yang tidak pernah benar-benar selesai. Tidak semua api harus dipadamkan dengan tangan sendiri. Kadang, diam adalah cara paling waras untuk menyelamatkan hati. Jangan sibuk mencoba mengubah watak seseorang sampai lupa menjaga dirimu sendiri. Pohon yang tumbuh bengkok sejak lama tidak akan lurus hanya karena kita memeluk batangnya sambil menangis.
  2. Kurangi ekspektasi terhadap pasangan, lalu kembalikan harapan itu kepada dirimu sendiri. Jangan menggantungkan seluruh bahagia pada satu manusia yang juga penuh kekurangan. Cari udara segar di luar luka: olahraga, pekerjaan, belajar hal baru, membangun mimpi, atau memperbaiki finansial. Sebab ketika hidupmu mulai penuh oleh pencapaian dan rasa syukur, drama kecil tidak lagi terasa seperti kiamat.
  3. Belajarlah menabung dan berdamai dengan kenyataan bahwa pernikahan bukan hanya cerita cinta, tetapi juga tentang bertahan hidup bersama. Cinta bisa naik turun seperti ombak, tapi rasa aman sering datang dari hal-hal sederhana: rekening yang cukup, tubuh yang sehat, dan pikiran yang tenang. Dunia terasa lebih ringan ketika kamu tahu dirimu masih mampu berdiri bahkan tanpa diselamatkan siapa-siapa.
  4. Salah memilih pasangan bukan dosa terbesar dalam hidup. Banyak orang jatuh di lubang yang sama karena manusia memang mudah tertipu oleh harapan. Tapi jangan sampai satu kesalahan membuat seluruh hidup ikut tenggelam. Pernikahan boleh tidak berjalan seperti dongeng, namun hidupmu tetap harus punya arah. Tetap makan enak, tidur nyenyak, tertawa lepas, dan punya mimpi yang diperjuangkan.
  5. Sayangi dirimu habis-habisan. Karena pada akhirnya, rumah paling lama yang akan kamu tempati adalah dirimu sendiri. Jangan biarkan sikap dingin seseorang membuatmu merasa tidak berharga. Kalau dia cuek, biarkan saja seperti angin lewat. Kalau dia baik, nikmati sewajarnya tanpa menggantungkan seluruh kebahagiaan di sana. Hati yang terlalu bergantung mudah hancur hanya karena perubahan kecil.
  6. Salah menikah itu bukan hal paling menyedihkan. Yang paling menyakitkan adalah ketika seseorang menghabiskan sisa hidupnya hanya untuk meratapi nasib, sampai lupa bahwa hidup masih punya banyak pintu lain untuk dibuka. Luka memang tidak bisa dihapus, tapi hidup tidak boleh berhenti hanya karena satu bab tidak berjalan indah.

Karena sejatinya, hidup bukan tentang siapa yang tinggal paling lama di sampingmu. Tapi tentang siapa yang tetap bisa berdiri tegak meski berkali-kali kecewa, lalu memilih tetap hidup dengan utuh.


Jakarta, 03 Mei 2026

"Bahkan sepotong buah
yang kamu makan hariini, 
sudah menjadi milikmu
sejak benihnya di tanam"

Kamis, 23 April 2026

Resep - Batagor Ikan Tenggiri mix Ayam



Alat:

  1. Wok Pan
Bahan:
  1. 250 gr ikan tenggri giling
  2. 150 gr paha ayam fillet
  3. 5 siung bawang putih
  4. 1 batang daun bawang, iris
  5. 1 1/2 sdt garam
  6. 2 sdm gula pasir
  7. 1/2 sdt merica
  8. 2 sdt kaldu jamur/penyedap
  9. 1 sdm kecap ikan
  10. 1 butir telur
  11. 135 ml air es
  12. 150 gr tepung sagu
  13. 25 gr tepung terigu protein sedang
Step:
  1. Haluskan ikan tenggiri, ayam fillet, bawang putih, telur, garam, gula, merica, kaldu, dan kecap ikan.
  2. Tambahkan air es sedikit demi sedikit sambil diblender sampai halus.
  3. Pindahkan ke wadah, lalu campurkan tepung sagu dan tepung terigu, aduk rata.
  4. Masukkan irisan daun bawang, aduk hingga tercampur.
  5. Bentuk adonan sesuai selera (bulat/isi tahu/pangsit).
  6. Rebus dalam air panas (api kecil) sampai mengapung.
  7. Angkat dan tiriskan.

    Selasa, 31 Maret 2026

    Reminder!

    01 April 2026 
    1. Saya belum pernah menjumpai perfeksionis yang hidup dengan tenteram. Kebutuhan untuk menjadi sempurna dan keinginan untuk mendapatkan ketenangan adalah hal yang bertentangan. Begitu Anda menghilangkan keinginan untuk menjadi sempurna, barulah Anda akan menemukan keindahan dalam hidup Anda.
    2. Dengan menawarkan bantuan kepada orang lain justru akan membuka hati kita, memperbesar rasa peduli dan rasa syukur kita sebagai manusia. Hal ini juga akan membantu mengingatkan kita bahwa begitu banyak hal yang kita anggap "masalah besar" ternyata hanyalah "masalah kecil".
    3. Tujuan hidup adalah bukan menyelesaikan "semua tugas", tetapi menyelesaikannya dengan seni, menikmati setiap perjalanan, dan menebarkan kasih sayang kepada seluruh orang. Ingat, jika kita mati, oranglainlah yang akan menyelesaikan tugas-tugas kita didunia. Berterima kasihlah kepada mereka, sayangi mereka selagi waktu kita masih ada.
    4. Jangan menginterupsi atau memutus omongan orang lain, dengarkan mereka jika Anda ingin didengarkan. Rasakan dan nikmati alur pembicaraan, ambil setiap inti dari pembicaraan dan jadikan sebuah pelajaran.
    5. Berbuat baiklah kepada seseorang, dan jangan ceritakan kebaikan tersebut kepada siapapun. Lupakan semua kebaikan yang sudah kita lakukan. Jangan berharap pengakuan dari orang lain bahwa kita baik. Jangan berharap kebaikan kita dibalas, dari situlah kita pelan-pelan akan mendapatkan ketenangan.
    02 April 2026
    1. Daripada berpikir "Mengapa mereka melakukan itu kepadaku?", ubah jadi "Apa yang hendak mereka ajarkan padaku?". Thinking positively!
    2. Bila anda tidak ingin memusingkan "hal-hal kecil", memperbaiki tingkat kesabaran adalah langkah besar untuk memulainya.
    3. Jika kita menginginkan ketenangan, tidak perlu selalu merasa diri paling benar. Beri ruang bagi orang lain untuk dianggap benar, dan itupun bukan berarti kita yang salah. Kita hanya berlatih menjadi lebih sabar.
    4. Jadilah pihak yang lebih dulu melakukan pendekatan jika terjadi konflik agar tidak terjadi penyesalan di kemudian hari.
    06 April 2026
    1. Banyak orang yang menjalani hidup seolah-olah ada gladi resik suatu pagelaran yang akan ditayangkan nanti. Kenyataannya tak ada yang menjamin akan ada orang yang datang esok hari. Terlalu sibuk bersiap untuk masa depan, hingga lupa menikmati masa sekarang.
    2. Bila kita sudah kewalahan dengan jadwal kita, itu tandanya kita harus memperlambat diri dan mengevaluasi kembali apa yang lebih penting.
    13 Mei 2026
    1. Hidup bukanlah keadaan darurat; tidak semua hal harus selesai secepat mungkin, karena hidup tetap berjalan meski banyak rencana belum tercapai.
    2. Back burner mengajarkan bahwa tidak semua hal harus dipikirkan terus-menerus. Kadang, memberi jarak pada masalah justru membuat pikiran lebih tenang dan jawaban datang dengan sendirinya.


    Senin, 16 Maret 2026

    Layang-Layang dari Langit Ayah

     

    Layang-Layang dari Langit Ayah

    untuk Ayah, yang masih menjaga Adek dari langit


    Saat Ayah pergi dulu, rumah penuh oleh orang-orang yang datang melayat. Tangis terdengar di banyak sudut rumah, wajah-wajah kehilangan berdiri di sekeliling kami. Semua orang menangis untuk Ayah. Tapi anehnya, di tengah semua itu Adek justru tidak menangis.


    Adek hanya berdiri diam. Menatap semuanya seperti orang yang belum benar-benar mengerti apa yang sedang terjadi. Bukan karena Adek tidak sedih, Ayah. Bukan karena Adek tidak mencintai Ayah. Mungkin saat itu hati Adek hanya terlalu kaget untuk memahami arti kehilangan.


    Tapi waktu berjalan, Ayah… dan ternyata tangis tidak selalu datang di hari kepergian. Justru setelah semuanya kembali sepi, setelah rumah kembali sunyi, setelah orang-orang kembali ke hidup mereka masing-masing—barulah rindu itu datang perlahan. Air mata yang dulu tidak jatuh di depan banyak orang… justru jatuh diam-diam di hari-hari setelahnya.


    Ayah, ada satu malam yang sampai sekarang masih Adek ingat dengan sangat jelas.


    Malam yang panjang dan menakutkan.

    Tiba-tiba tubuh Adek mengeluarkan darah begitu deras, seperti aliran yang tak bisa dihentikan.

    Adek tidak mengerti apa yang sedang terjadi pada tubuh Adek sendiri.

    Yang Adek tahu hanya satu—Adek sangat ketakutan.


    Malam itu terasa sangat sunyi.

    Adek menangis sendirian, bingung dan panik.

    Rasanya seperti dunia tiba-tiba menjadi sangat jauh,

    dan Adek tidak tahu harus meminta pertolongan kepada siapa.


    Sampai akhirnya tubuh Adek kelelahan oleh tangis dan ketakutan.

    Adek tertidur… dengan hati yang masih gemetar.


    Dan di saat itulah Ayah datang.


    Ayah berdiri disuatu ruang kosong, sendirian, dengan wajah yang begitu Adek kenal—tenang, sabar, seperti dulu ketika Adek masih kecil dan sering takut pada banyak hal. Ayah menatap Adek dengan lembut, lalu berkata pelan,


    “Sabar, Nak.”


    Hanya dua kata itu.

    Tapi malam itu rasanya seperti pelukan yang menenangkan seluruh ketakutan Adek.


    Seolah Ayah benar-benar datang hanya untuk memastikan bahwa Adek tidak sendirian.


    Beberapa waktu setelah itu, Ayah datang lagi dalam mimpi Adek. Kali ini Ayah tidak banyak bicara. Hanya ada sebuah lagu yang terdengar samar di mimpi itu. Yang Adek ingat hanya satu kalimat dari lagu itu—

    layang-layang, layang-layang yang kusayang

    Hancur lebur berantakan karena datangnya hujan


    Saat terbangun, kalimat itu masih tinggal di kepala Adek. Rasanya aneh, karena sebelumnya Adek bahkan tidak pernah mendengar lagu tentang itu. Tapi rasa penasaran membuat Adek mencarinya.


    Dan di situlah Adek baru tahu…

    ternyata lagu itu adalah lagu dari Koes Plus.


    Band yang sejak dulu sangat Ayah sukai.


    Adek bahkan belum pernah mendengarnya sebelumnya. Tapi entah kenapa justru lagu itu yang datang di mimpi Adek.


    Saat Adek membaca maknanya, hati Adek terasa seperti disentuh pelan oleh sesuatu yang sangat dalam.


    Seperti layang-layang yang terbang tinggi di langit luas.

    Dari bawah ia terlihat bebas, terlihat kuat menantang angin sendirian.

    Padahal sebenarnya ia tidak pernah benar-benar sendiri.

    Selalu ada benang yang menahannya agar tidak hilang arah.


    Saat memahami itu, Adek langsung teringat Ayah.


    Mungkin manusia juga seperti layang-layang itu. Kita bisa berjalan jauh, terlihat kuat, bahkan merasa mampu menghadapi dunia sendirian. Tapi sebenarnya kita tetap terikat pada satu benang yang tidak terlihat—benang keluarga, benang rumah, dan orang-orang yang mencintai kita sejak awal.


    Hari ini Adek datang lagi ke rumah baru Ayah. Orang-orang menyebutnya makam, tapi bagi Adek ini tetap rumah Ayah. Adek datang tidak sendiri. Adek membawa cucu kesayangan Ayah.


    Mungkin dia belum mengerti tentang rindu.

    Tapi Adek ingin dia tetap dekat dengan Ayah—lewat doa, lewat cerita, dan lewat kenangan yang akan Adek jaga sepanjang hidup.


    Maafkan Adek, Ayah… kalau sampai hari ini Adek belum bisa menjadi sesabar Ayah. Adek belum bisa selegowo Ayah dalam menghadapi hidup. Kadang Adek masih marah, kadang Adek masih lelah, kadang Adek masih menangis ketika rindu datang tanpa permisi.


    Sekarang Adek mulai mengerti, Ayah.

    Bahkan setelah Ayah pergi, nasihat Ayah masih pulang kepada Adek—

    lewat mimpi yang datang di malam sunyi,

    lewat lagu lama dari Koes Plus yang dulu Ayah sukai,

    dan lewat rindu yang sampai hari ini tidak pernah benar-benar selesai.


    Jika suatu hari Adek kembali merasa sendirian,

    Adek tahu harus ke mana mencari Ayah.

    Di langit tempat layang-layang terbang tinggi,

    di doa-doa pelan yang Adek kirimkan setiap malam.


    Dan mungkin benar…

    Ayah tidak benar-benar pergi.


    Ayah hanya pindah tempat,

    agar bisa menjaga Adek dari langit yang lebih tinggi.


    Karena ternyata, kehilangan Ayah

    bukan berarti Adek hidup tanpa Ayah.


    Ayah hanya… berubah cara menjaganya. 🤍




    Senin, 02 Maret 2026

    Ternyata Sabar Tak Selalu Menyadarkan


    Aku lelah menjadi langit
    yang selalu menahan hujan
    demi orang lain tetap teduh.

    Lelah menjadi laut
    yang terus menerima sungai-sungai luka
    tanpa pernah diminta siapa yang mengeringkanku.

    Aku terlalu sering menjadi maaf
    bahkan sebelum kesalahan selesai diucapkan.

    Terlalu sering menjadi pengertian
    bahkan saat hatiku sendiri tak dimengerti.

    Aku belajar mengalah,
    belajar menjaga,
    belajar memahami,
    hingga tak sadar,
    yang terus belajar itu hanya aku.

    Sementara yang lain
    datang membawa kata-kata tajam,
    pergi tanpa merasa bersalah,
    dan kembali seolah tak pernah melukai.

    Kini, dari lelah yang panjang itu,
    lahirlah aku yang baru
    bukan lagi takut kehilangan,
    bukan lagi gemetar ditinggalkan.

    Karena ternyata,
    yang paling menyakitkan,
    bukanlah pergi,
    melainkan bertahan,
    di tempat yang tak pernah benar-benar menginginkan kita.

    Dan jika suatu hari aku memilih melangkah,
    itu bukan karena aku tak peduli,
    melainkan karena akhirnya,
    aku peduli pada diriku sendiri.

    Aku hanya ingin hidup dengan tenang

    Minggu, 22 Februari 2026

    Resep - Garang Asem Khas Serang

           

    Alat:

    1. Wok Pan
    Bahan Kulit:
    1. 10 bawang merah
    2. 7 bawang putih
    3. 3 cabai merah keriting
    4. 1 ruas jempol lengkuas
    5. 1 ruas jahe
    6. 3 tomat hijau
    7. 3 tomat merah
    8. 10 cabe rawit merah utuh
    9. 2 serai
    10. 3 lembar daun salam
    11. 1 kg ayam
    12. 800 ml air
    13. 1 sachet santan kara (65 ml)
    14. 1 sdm garam
    15. 1 sdm kaldu
    16. 1 1/2 sdm gula putih
    17. Daun pisang untuk alas
    Step:
    1. Tumis bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, lengkuas, jahe, serai, dan daun salam hingga harum.
    2. Siapkan wok pan dan alasi dengan daun pisang, kemudian masukkan ayam yang sudah direbus.
    3. Tuangkan tumisan bumbu ke atas ayam.
    4. Tambahkan air, santan, garam, kaldu, gula, tomat hijau, tomat merah, dan cabai rawit utuh.
    5. Masak selama 30–40 menit dengan panci tertutup hingga bumbu meresap.

    Resep - Ubi Cilembu Cheese Bread

          


    Alat:

    1. Wok Pan
    Bahan Kulit:
    1. 100 gr tepung terigu
    2. 1/2 sdm gula
    3. 1/2 sdm minyak
    4. 1/4 sdm baking powder
    5. 70 ml susu cair
    Step:
    1. Campurkan tepung terigu, gula, minyak, dan baking powder dalam wadah.
    2. Tuang susu cair sedikit demi sedikit sambil diuleni.
    3. Uleni sampai adonan kalis dan lembut.
    4. Tutup adonan.
    5. Diamkan selama 30 menit.
    Bahan Isian:
    1. 1 sdm margarin
    2. 3 sdm kental manis
    3. 2-3 sdm UHT
    Step:
    1. Kukus ubi cilembu sampai empuk, lalu haluskan.
    2. Lelehkan margarin dengan api kecil.
    3. Masukkan kental manis, aduk rata.
    4. Tambahkan susu UHT sedikit demi sedikit sambil diaduk.
    5. Masukkan ubi cilembu yang sudah dihaluskan.
    6. Aduk sampai teksturnya lembut dan creamy.
    7. Masak sebentar sampai semua tercampur rata.
    Step Finishing:
    1. Ambil adonan kulit setelah didiamkan.
    2. Pipihkan adonan.
    3. Isi dengan adonan ubi.
    4. Tutup dan bulatkan.
    5. Olesi permukaan dengan margarin agar harum.
    6. Panggang / airfryer sampai matang dan permukaan agak kecoklatan.

    Resep - Laksan Palembang

         

    Alat:

    1. Wok Pan
    Bahan Kuah Laksan:
    1. 4 bawang merah
    2. 2 bawang putih
    3. 5 cabe merah
    4. 2 kemiri
    5. Kepala udang
    6. 500 ml air
    7. 1 sachet santan (65 ml)
    Step:
    1. Haluskan bumbu: bawang merah, bawang putih, cabe merah, dan kemiri.
    2. Tumis bumbu halus sampai harum dan matang.
    3. Masukkan kepala udang, tumis sebentar sampai keluar aroma gurih.
    4. Tuang 500 ml air, lalu masak sampai sari udang keluar (kuah jadi kaldu).
    5. Saring (opsional) kalau mau kuah lebih halus.
    6. Masukkan santan, aduk terus supaya tidak pecah.
    7. Masak dengan api kecil sampai kuah sedikit mengental.
    8. Masukkan pempek lenjer yang sudah dipotong-potong.

    Selasa, 17 Februari 2026

    Resep - Ayam Asam Manis

        


    Alat:

    1. Wok Pan
    Bahan:
    1. 500 gr dada ayam
    2. 1 sdt bawang putih
    3. 1 sdt garam
    4. 1/3 sdt lada
    5. 5 sdm terigu
    6. 1/2 bawang bombai
    7. 3 bawang putih cincang
    8. Cabe merah dan cabe hijau
    9. Nanas (optional)
    10. Garam dan gula
    Bahan saos:
    1. 3 sdm saos tomat
    2. 2 sdm saos sambal
    3. 1 sdm saos tiram
    4. 1 sdm kecap manis
    5. 100 ml air
    Step:
    1. Potong dada ayam sesuai selera, lalu marinasi dengan bawang putih halus, garam, dan lada.
    2. Baluri ayam dengan tepung terigu hingga merata, lalu goreng sampai matang dan kecokelatan, angkat dan tiriskan.
    3. Tumis bawang bombai dan bawang putih cincang hingga harum.
    4. Masukkan cabai merah dan cabai hijau, tumis sebentar.
    5. Tuangkan bahan saus (saus tomat, saus sambal, saus tiram, kecap manis, dan air), aduk rata.
    6. Tambahkan sedikit garam dan gula sesuai selera.
    7. Masukkan ayam goreng, aduk hingga saus merata dan meresap.
    8. Masak hingga saus mengental, lalu sajikan.

    Resep - Ayam Gongso

       

    Alat:

    1. Wok Pan
    Bahan:
    1. 500 gr paha ayam
    2. 2 batang daun bawang
    3. 1 buah tomat
    4. 8 siung bawang merah iris
    5. 1 ruas jahe
    6. 1 lembar daun jeruk
    7. 1 sdm saos tiram
    8. 3-4 sdm kecap manis
    9. 12 buah cabe merah keriting
    10. 6 buah cabe rawit
    11. 5 siung bawang putih
    Step:
    1. Rebus ayam hingga matang dan kaldunya keluar, lalu sisihkan ayam beserta air kaldunya.
    2. Tumis bumbu halus yang terdiri dari 12 cabai merah keriting, 6 cabai rawit, dan 5 siung bawang putih hingga harum.
    3. Masukkan 8 siung bawang merah iris, 1 ruas jahe geprek, daun bawang, dan daun jeruk, lalu tumis hingga wangi.
    4. Masukkan ayam dan sedikit air kaldu rebusannya.
    5. Tambahkan garam, gula, kaldu bubuk, saus tiram, dan kecap manis.
    6. Masukkan potongan tomat.
    7. Masak hingga bumbu meresap dan kuah sedikit menyusut.

    Resep - Jengkol Balado

      


    Alat:

    1. Wok Pan
    Bahan:
    1. Jengkol 20 biji
    2. Cabe 1 ons
    3. Bawang putih 5 siung
    4. Bawang merah 10 siung
    5. Terasi 1 pcs
    6. Tomat 1 buah
    7. Garam kasar 1 sdt
    8. Kaldu bubuk 1 sdt
    9. Gula 3 sdt
    10. Saos tiram 1 sdt
    Step:
    1. Rendam jengkol selama 3 hari, ganti airnya setiap hari untuk membantu mengurangi kandungan asam jengkolat (zat penyebab bau dan risiko jengkolan).
    2. Setelah itu, goreng jengkol hingga empuk, lalu angkat.
    3. Rendam jengkol dalam air dingin.
    4. Tumis bumbu halus sampai matang dan tidak langu.
    5. Masukkan jengkol kedalam tumisan, lalu tambahkan: kaldu bubuk 1 sdt, garam 1sdt, gula 3 sdt, dan saus tiram 1 sdt.
    6. Tambahkan sedikit air, lalu masak hingga bumbu meresap.

    Kamis, 29 Januari 2026

    Resep - Perkedel Kentang

     

    Alat:

    1. Wok Pan
    Bahan:
    1. Kentang 500 gram
    2. Bawang merah 4 siung
    3. Bawang putih 3 siung
    4. Telur 2 butir
    5. Daun bawang
    6. Seledri
    7. Gram 1/2 sdt
    8. Kaldu bubuk 1/2 sdt
    9. Lada bubuk 1/4 sdt
    Step:
    1. Kupas kentang, potong-potong lalu goreng hingga matang. Angkat dan tiriskan.
    2. Goreng bawang merah dan bawang putih sampai harum.
    3. Haluskan kentang bersama bawang goreng sampai lembut.
    4. Masukkan daun bawang, seledri, garam, kaldu bubuk, dan lada. Aduk rata.
    5. Masukkan 1 butir telur ke adonan, aduk sampai tercampur.
    6. Bentuk adonan sesuai selera.
    7. Kocok 1 butir telur sisa untuk pelapis.
    8. Celupkan perkedel ke telur, lalu goreng hingga kuning keemasan.
    9. Angkat dan sajikan hangat 

    Resep - Sop Ayam

     


    Alat:

    1. Wok Pan
    Bahan:
    1. Ayam
    2. Seledri
    3. Daun bawang 
    4. Wortel 
    5. Kentang
    6. 9 bawang merah
    7. 7 bawang putih
    8. 2 cm jahe
    9. 1 sdt garam
    10. 1/2 sdt lada bubuk
    11. 1 sdt kaldu bubuk
    12. 1/2 sdt pala
    13. 750 ml air
    Step:
    1. Goreng bawang merah dan bawang putih hingga kecokelatan, angkat dan tiriskan.
    2. Haluskan bawang goreng bersama jahe hingga lembut.
    3. Rebus ayam hingga keluar kotoran, lalu buang air rebusannya (supaya kuah bening).
    4. Rebus kembali 750 ml air, masukkan ayam.
    5. Masukkan bumbu halus, garam, lada, kaldu, dan pala bubuk.
    6. Masak dengan api sedang hingga ayam empuk dan kuah harum.
    7. Koreksi rasa, angkat, dan sajikan hangat