Rabu, 30 Maret 2022

See You, Maret 2022

 Pelajaran yang aku dapatkan bulan ini adalah
Menjadi dewasa tidak membuat apa yang kita inginkan akan mudah terwujud,
Ada banyak kerikil yang ditemui,
Mulai dari mental yang sering diuji,
Suasana tenang yang sulit dinikmati,
Sakit yang tadinya tertidur sekarang terbangun,
Tuntutan hidup yang kian hari menyiksa,
Namun, percayalah jika kamu ikhlas dengan keadaanmu,
Disitulah Allah merencanakan kebahagianmu,

Terima kasih Maret, and Welcome April.
Semoga akan lebih banyak lagi tawa yang tercipta dibulan ini,
lebih banyak bahagia yang menghampiri,
Dan,
Semoga apa yang kita harapkan dan selalu kita langitkan,
akan segera tercapai/terkabul di bulan ini.

Kuakhiri dengan senyuman, semoga kita masih bisa berjumpa di Maret selanjutnya

Jakarta, 31 Maret 2022

Monica Alesia

Selasa, 29 Maret 2022

Tholabul ‘Ilmi yang sesungguhnya

Aku kagum pada mereka yang berilmu,
Namun tidak berteriak sana sini agar dunia tau bahwa dirinya berilmu.

Aku kagum pada mereka yang banyak membaca,
Namun sedikit berbicara.

Aku kagum pada mereka yang pandai bersembunyi,
Namun banyak beramal.

Para salafush shalih pun yang baru mendapatkan ilmu, 
Akan menangis karena mereka merasa bodoh.

Lantas, 
Siapakah kita?
Semoga kita termasuk para pencari ilmu yang ber tawadhu' :)

أُطْلُبِ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْدِ
"Uthlubul 'ilma minal mahdi ilal lakhdi"
Tuntutlah ilmu dari buaian (bayi) hingga liang lahat

"Menuntut ilmu adalah taqwa, menyampaikan ilmu adalah ibadah, mengulang-ulang ilmu adalah zikir, mencari ilmu adalah jihad." Imam Al-Gazali

"Orang yang mempunyai ilmu akan terlihat tua (dalam bersikap) meski ia masih muda dan ketika tua ia akan terlihat muda (semangatnya)." K.H.M Idror Maemoen

Selasa, 22 Maret 2022

ILY Allah

I know you get in one of those moods where you feel like you're feeling okay, but you're really sad at the same time. I know sometimes you wanna talk to somebody but at the same time you don't want to, because you don't know how to start to tell what is going thought in your mind. And when you can't explain what you're going through, you just want someone to be there.

Yup, i know that feel.

I'm not gonna lie but i have days where i don't know how to pray. A lot of things in my life can get pretty much overwhelming for me. Most of the time, i just go with the flow. But when things gets a little out of hand, everything feels too much.

So today, i just want to remind you the power of prayer. Crying to Allah is never a weakness and is nothing to be ashamed of. It's a sign of surrenderness. I believe that when you can't put prayer into words. God hears your heart. You don't have to say a word or write anything, you can just cry it all out, because Allah can understand.

So bear with me the struggles of life, and give yourself a gentle pat. Remember that Allah hears what is not spoken and understand what is not explained, for his love for you doesn't work in the lips or in the mind, but in the heart.


Sebuah Pertemuan

Allah mempertemukan setiap orang dengan sebuah alasan
Entah untuk belajar atau mengajarkan
Menjadi terpenting atau sekadarnya
Sesaat ataupun selamanya

Namun, tetaplah menjadi yang terbaik pada waktu tersebut
Lakukanlah dengan tulus meski tidak menjadi apa yang diinginkan
Karena, Allah lah yang mempertemukan kamu dengannya,
Dan Allah juga yang akan membolak-balikkan "segalanya".

Kita mungkin tidak tahu siapa dia,
Tidak kenal,
Tidak pernah bersua,
Tidak pernah bertatap muka,
Namun, siapa sangka?
Begitu jauh jarak yang membentang, jika Lauh Mahfudz sudah tercatat sebagai takdirnya
Kita yang saling berjauhan pun dapat bertemu,
Walau dipelosok negeri...
Maha hebat Allah atas skenario-Nya yang begitu indah

Kita mungkin tidak tahu seperti apa jodoh kita, tapi Allah tahu
Kita mungkin tidak tahu seperti apa keimanannya, tapi sungguh Allah tahu
Karena Allah tidak pernah salah dalam menjodohkan setiap hambanya,
Yang baik akan dipertemukan dengan yang baik

Semoga yang datang kelak adalah pilihan-Nya, agar tak ada takut sedikitpun dalam hati untuk melalui seberat apapun perjalanannya nanti.

"Sebab pilihan-Nya tidak pernah salah dan tidak pernah mengecewakan"

 رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ زَوْجًا طَيِّبًا وَيَكُوْنُ صَاحِبًا لِى فِى الدِّيْنِ وَالدُنْيَا وَالْأَخِرَة

Artinya: "Ya Rabb, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat." Aamiin



Klasifikasi dan OPT Tanaman Karet


KLASIFIKASI

Kingdom: Plantae
Subkingdom: Viridiplantae
Infrakingdom: Streptophyta
Superdivision: Embryophyta
Division: Tracheophyta
Subdivision: Spermatophytina
Class: Magnoliopsida
Superorder: Rosanae
Order: Malpighiales
Family: Euphorbiaceae
Genus: Hevea Aubl.
Species: Hevea brasiliensis (Willd. ex A. Juss.) Müll. Arg.

ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN (OPT) PADA TANAMAN KARET

Jamur Akar Putih/JAP (Rigidoporus microporus)
  • Terdapat rhizomorf jamur berwarna putih menyelimuti permukaan akar.
  • Serangan lebih lanjut akan membentuk badan buah. Badan buah berwarna orange dengan tepi berwarna kuning muda atau keputihan.

Gugur Daun Karet (GDK)
Oidium heveae
  • Terdapat bercak berwarna putih seperti tepung di permukaan atas;
  • Daun tampak lemas, mengeriput/ melengkung, mati ujung dan gugur;
  • Terdapat bercak transparan pada daun tua yang tidak gugur.

Colletotrichum gloeosporioides
  • Daun lemas, tepi daun berwarna hitam, mengeriting/keriput, apabila diraba terasa kasar, selanjutnya daun gugur.

Corynespora cassiicola
  • Bercak hitam pada tulang daun, menyirip seperti tulang ikan;
  • Daun menguning/kecoklatan, lalu mengering, berlubang, dan gugur.

Fusicoccum sp.
  • Jamur Fusicoccum sp. mengakibatkan daun berguguran (defoliasi) sehingga berpengaruh terhadap pengurangan hasil lateks hingga 30%.

Helminthosporium sp.
  • Daun muda dengan tepi tampak berwarna hitam, menggulung, dan gugur;
  • Bercak transparan seperti mata burung dengan lingkaran berwarna putih di tengah pada daun tua.

Nekrosis Kulit (Fusarium sp.)
  • Gejala layu Fusarium pada pembenihan di polybag ditandai dengan matinya pertautan mata okulasi dan kulit batang membusuk, sehingga benih mati;
  • Gejala pada TBM antara lain : daun tanaman kekuningan, busuk pada pertautan, dan mati pucuk (die-back);

Kanker Batang Botryodiplodia sp.
  • Terbentuknya kudis kecil yang berukuran 0.3 mm - 1 cm secara sporadis berwarna cokelat pada bagian batang dan cabang tanaman.
  • Munculnya kudis-kudis menimbulkan tekstur kasar jika diraba.
  • Jika serangan berlanjut akan muncul gejala mati ranting (dieback).
  • Terlihat bagian empulur berwarna cokelat dan akan keluar lateks terus menerus (gummosis) serta busuk.
  • Bidang sadap mengalami kerusakan yang berat yang mengakibatkan benjol-benjol dan pecah kulit sehingga tidak mungkin lagi untuk disadap ulang.

Jamur Upas (Corticium salmonicolor)
  • Skala 1: Terdapat sebaran seperti sarang laba-laba, melekat pada permukaan kulit atau tingkat “sarang laba-laba”.
  • Skala 2: Lateks menetes di antara bentukan sarang laba-laba atau tingkat “bongkol-bongkol”.
  • Skala 3: Pada jaringan kulit yang terserang terdapat selaput (miselia jamur) tebal, berwarna kemerahan atau pink atau tingkat “Corticium”.
  • Skala 4: Jaringan kulit membusuk, berwarna kehitaman, daun pada ranting gugur, jaringan terinfeksi patah atau tingkat “Necator”.
  • Skala 5: Cabang atau ranting yang terserang mati, patah pada bagian cabang utama.

Kanker Garis (Phytophthora palmivora)
  • Gejala awal ditandai adanya bercakbercak hitam pada bidang sadap;
  • Bercak menyatu membentuk garis vertikal di atas alur sadap, adakalanya di sekitar bercak keluar lateks yang berbau busuk;
  • Patogen menyerang kulit lunak yang baru dibuka akibat penyadapan;
  • Kulit yang busuk jika tidak segera diobati akan mengundang hama penggerek;
  • Serangan berat mengakibatkan kulit pulihan tidak terbentuk dengan sempurna dan berbenjol-benjol.

Mouldy Rot (Ceratocytis fimbriata)
  • Adanya bercak-bercak putih kelabu yang menyatu seperti beludru dan membentuk alur sejajar dengan alur sadap;
  • Gejala lanjut ditandai adanya warna kelabu kehitaman. Pada tahap ini kambium kulit telah membusuk;
  • Serangan berat mengakibatkan kulit pulihan tidak terbentuk, rusak, dan benjol-benjol.

Hawar Daun Amerika Selatan (South American Leaf Blight/SALB)
Microcyclus ulei
  • Gejala awal terlihat adanya bercak mengkilat (lession) di permukaan bawah daun;
  • Bercak pada permukaan atas daun tampak seperti beludru atau bekas hitam seperti jelaga;
  • Selanjutnya, pada permukaan atas daun akan terbentuk bintik-bintik hitam/stroma terpisah-pisah teratur mengelilingi bercak klorotik.
  • Gejala pada daun tua yang terinfeksi berupa bercak-bercak klorotik berubah menjadi nekrotik berwarna coklat tua. Stroma yang terbentuk akan semakin keras dan pada saat yang sama terbentuklah peritesia.

Penyakit Non Patogen (Kering Alur Sadap/KAS)
  • Tajuk tetap tumbuh dengan baik;
  • Terdapatnya bagian-bagian alur sadap yang tidak mengeluarkan lateks, selanjutnya bagian tersebut meluas dan akhirnya seluruh bagian pohon tidak mengeluarkan lateks sama sekali;
  • Lateks menjadi encer dan Kadar Karet Kering (K3) berkurang;
  • Bagian yang kering akan berubah warnanya menjadi cokelat dan kadangkadang terbentuk gum (blendok);
  • Pada gejala lanjut seluruh panel/kulit bidang sadap kering dan pecah-pecah hingga mengelupas.

Penggerek Batang (Xyleborus sp.)
  • Terdapat lubang gerek pada batang atau cabang disertai tepung bekas gerekan;
  • Cabang-cabang tanaman yang terserang mudah patah dan menyebabkan kematian bagian tanaman di atas lubang gerek.

Kutu Tempurung (Coccus sp.)
  • Menyerang bagian batang, ranting atau daun karet di pembenihan daerah dataran tinggi;
  • Daun yang terserang berubah warna menjadi kuning dan gugur. Batang/ranting yang terserang akan mengering;
  • Timbulnya jamur jelaga (Capnodium sp.) pada permukaan tanaman yang terserang kutu.


Uret
(Helotrichia serrata, H. sufoflava, H. fessa, Anomala varians, Leucopholis sp. dan Exopholis sp.)
  • Daun layu, menguning, rontok, bahkan tanaman mati;
  • Koloni uret memakan akar tanaman di pembenihan, sehingga pertumbuhan tanaman menjadi terhambat dan rebah;
  • Bila tanah dibongkar, maka ditemukan larva uret dengan akar lateral yang telah habis dimakan (gundul).

Rayap
  • Terdapat jalur rayap yang diselubungi tanah di sekitar batang atau di sepanjang batang/ranting;
  • Biasanya pada kebun yang terserang JAP akan diiringi dengan serangan rayap sehingga mempercepat matinya tanaman.


Rabu, 16 Maret 2022

Klasifikasi dan OPT Tanaman Kakao


KLASIFIKASI

Kingdom: Plantae
Subkingdom:Viridiplantae
Infrakingdom: Streptophyta
Superdivision: Embryophyta
Division: Tracheophyta
Subdivision: Spermatophytina
Class: Magnoliopsida
Superorder: Rosanae
Order: Malvales
Family: Malvaceae
Genus: Theobroma L.
Species: Theobroma cacao L.

ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN (OPT) PADA TANAMAN KAKAO

Penggerek Buah Kakao/PBK (Conopomorpha cramerella)

Gambar 4. Gejala serangan PBK, A) warna buah, B) lubang gerekan, C) gerekan di dalam buah
  • Buah terserang menunjukkan gejala masak awal dengan warna tidak merata, yaitu belang kuning hijau.
  • Larva yang masuk ke dalam buah kakao akan memakan bagian plasenta sehingga menyebabkan biji tidak terbentuk sempurna.
  • Biji-biji kakao berukuran kecil, tidak bernas, berwarna kehitaman, dan saling melekat satu dengan lainnya (lengket).
Kepik Penghisap Buah (Helopeltis spp.)

  • Pada permukaan buah terdapat bercak-bercak bekas tusukan berwarna cokelat kehitaman.
  • Serangan pada pucuk menyebabkan layu dan mati, ranting mengering dan meranggas.
Penggerek Cabang (Zeuzera coffeae)

  • Cabang kakao yang digerek akan berlubang dan di permukan lubang terdapat kotoran larva dan bekas gerekan. Bagian tanaman di atas lubang gerekan menjadi layu, kering dan mati, terutama pada cabang yang berukuran kecil.
Ulat Kilan/Jengkal (Hyposidra talaca)

  • Daun berlubang dan pada serangan berat mengakibatkan tanaman menjadi gundul.
Kumbang Daun Crysomelidae


  • Pucuk kakao yang dimakan kumbang daun akan berlubang-lubang, kemudian sebagian akan mati dan mengering.
Tikus (Rattus sp.) dan Tupai (Callosciurus notatus)

  • Buah kakao berlubang. Lubang akibat serangan tikus biasanya rapi/teratur, sedangkan bekas gigitan tupai tidak beraturan.
  • Tikus lebih menyukai buah yang masih muda, sedangkan tupai lebih menyukai buah yang sudah masak.
  • Tikus memakan biji dan daging buah, sedangkan tupai hanya memakan daging buah saja, bijinya tidak dimakan sehingga biji-biji buah yang terserang tupai jatuh/tampak berserakan di kebun dan dapat dikumpulkan kembali.
Penyakit Busuk Buah (Jamur Phytophthora palmivora)

  • Buah yang terinfeksi menunjukkan gejala busuk basah berwarna cokelat kehitaman dengan batas yang tegas. Infeksi dapat dimulai dari ujung, pangkal maupun bagian tengah buah.
  • Dalam kondisi lembab, pada permukaan buah akan muncul serbuk berwarna putih (spora P. Palmivora) yang seringkali bercampur dengan jamur sekunder (jamur lain).
Penyakit Vascular Streak Dieback/VSD (Jamur Oncobasidium theobromae)

  • Gejala khusus adalah daun menguning dengan bercak-bercak berwarna hijau. Biasanya daun tersebut terletak pada seri daun kedua atau ketiga dari titik tumbuh. Daun-daun yang menguning akhirnya gugur sehingga tampak gejala ranting gundul.
Penyakit Kanker Batang (Jamur Phytophthora palmivora)

  • Kulit batang/cabang berwarna lebih gelap/kehitam-hitaman, membusuk dan basah. Jika lapisan kulit luar dikupas, akan tampak lapisan didalamnya berwarna merah anggur.
Penyakit Antraknosa (Jamur Colletotrichum gloeosporioides)


  • Infeksi ringan pada daun muda terlihat gejala bintik-bintik nekrosis (kematian jaringan) berwarna cokelat. Setelah daun berkembang, bintik nekrosis menjadi bercak berlubang dengan halo (jalur di sekitar bercak akibat klorofil yang rusak) berwarna kuning.
Penyakit jamur akar merah (Jamur Ganoderma pseudoforeum)
  • Pada permukaan akar terdapat badan buah jamur berwarna merah atau cokelat tua. Keadaan akar yang terinfeksi menjadi busuk basah, lunak, dan berair
Penyakit jamur akar cokelat (Jamur Phellinus noxius)
  • Permukaan akar tanaman diliputi oleh benang-benang jamur yang berwarna cokelat karat dan mengikat erat butir-butir tanah. Jika akar dicuci, kerak-kerak tersebut sulit untuk lepas. Pada butir-butir tanah terdapat hifa jamur yang berwarna cokelat.
Penyakit jamur akar putih (Jamur Rigidoporus microporus)
  • Terdapat benang-benang putih yang bercabang-cabang, melekat erat pada permukaan akar. Benang-benang tersebut adalah rhizomorf yang terdiri dari hifa jamur. Hifa tersebut meluas seperti jala dan ujungnya seperti bulu.

Rabu, 09 Maret 2022


Senin, 07 Maret 2022

Klasifikasi dan OPT Tanaman Jambu Mete



KLASIFIKASI

Kingdom: Plantae
Subkingdom: Viridiplantae
Infrakingdom: Streptophyta
Superdivision: Embryophyta
Division: Tracheophyta
Subdivision: Spermatophytina
Class: Magnoliopsida
Superorder: Rosanae
Order: Sapindales
Family: Anacardiaceae
Genus: Anacardium
Species: Anacardium occidentale L.

ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN (OPT) PADA TANAMAN JAMBU METE

PENCUCUK DAN PENGHISAP DAUN DAN BUAH/BIJI

  • Serangan pada titik tumbuh menyebabkan tunas mengering dan mati.

WERENG PUCUK METE

  • Pada bagian tanaman yang terserang, apabila dikupas akan terlihat bintik-bintik hitam bekas tusukan stilet S. indecora.
  • Serangan S. indecora terjadi pada tangkai bunga dan tangkai buah muda.

RAYAP (Coptotermes curvignathus)

  • Adanya liang-liang kembara pada permukaan batang yang mengarah ke atas dan tersusun dari tanah.
  • Tanaman mudah tumbang/rebah.
JAMUR AKAR PUTIH (Rigidoporus lignosus)

  • Daun yang terserang berwarna pucat dan kusam, kemudian menjadi kering dan gugur sehingga hanya tertinggal ranting, dan akar membusuk.
  • Pada permukaan akar terdapat benang-benang miselium jamur (rhizomorf) berwarna putih 
    menjalar sepanjang akar dan melekat erat pada permukaan akar.

BUSUK TUNAS (DAMPING OFF)

  • Gejala awal menunjukkan adanya bintik-bintik pada daun, kemudian menjadi bercak nekrotik yang berwarna coklat atau coklat tua.
  • Serangan berat menyebabkan kematian pada benih.

ANTRAKNOSA

  • Pada daun terlihat bercak berwarna merah kecoklatan dengan halo warna kuning di sekitar bercak
  • Bercak meluas dan bagian yang terserang menjadi hawar
  • Daun muda berkerut, bunga menjadi hitam dan gugur
  • Biji dan buah keriput.

Klasifikasi dan OPT Tanaman Cengkeh




KLASIFIKASI

Kingdom: Plantae
Phylum: Tracheophyta
Class: Magnoliopsida
Order: Myrtales
Family: Myrtaceae
Genus: Syzygium
Spesies: Syzygium aromaticum


ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN (OPT) PADA TANAMAN CENGKEH

PENGGEREK CENGKEH



  • Terdapat lubang gerekan pada permukaan batang.
  • Jumlah lubang gerekan dapat mencapai 20-100 per pohon.
  • Daun-daun muda berubah menjadi kekuningan, rontok, diikuti dengan matinya pucuk.
  • Serangan penggerek batang banyak ditemui pada pertanaman cengkeh yang relatif rendah intensitas cahaya mataharinya dan semakin tua umur tanaman maka tingkat serangan akan semakin tinggi.

BAKTERI PEMBULUH KAYU CENGKEH/BPKC



  • Daun berguguran secara mendadak dan mati ranting yang dimulai dari bagian atas tanaman (pucuk) ke bawah (ranting).
  • Terdapat lendir/cairan berwarna putih susu yang keluar jika bagian tanaman yang terserang. Cairan (eksudat) tersebut berisi bakteri dan dapat menular pada tanaman sehat.
  • Gejala penyakit di lapangan dibedakan menjadi 2 macam, yaitu: 1) gejala mati cepat (3 bulan-1 tahun, 2) gejala mati lambat (3-6 tahun) sejak pohon terinfeksi.

CACAR DAUN CENGKEH/CDC

  • Pada permukaan atas daun timbul bercak-bercak. Bercak-bercak kemudian membesar menjadi cembung pada permukaan atas dan cekung pada permukaan bawah daun seperti bentuk cacar.
  • Penyakit CDC menyerang tanaman cengkeh mulai di pembibitan sampai tanaman produksi.


BUSUK/JAMUR AKAR PUTIH DAN JAMUR AKAR HITAM



  • Tanaman cengkeh layu mendadak, mengering dan daunnya berguguran, akar menjadi lunak dan berair, sehingga tanaman cengkeh mati dan tumbang.
  • Jika pangkal batang dibongkar terlihat akarnya membusuk. Pada permukaan akar terdapat benang-benang miselium jamur (rhizomorf) berwarna putih menjalar sepanjang akar dan melekat erat pada permukaan akar.