Ayah,
Dulu aku adalah cahaya yang riang,
menyulam tawa lewat cerita-cerita sederhana.
Namun, kini aku menjelma sunyi,
menyimpan segala rasa dalam diam yang panjang.
Ada begitu banyak kata yang terkurung di dada,
ingin bebas, namun tak tahu ke mana harus berlabuh.
Dan sepi ini, sungguh perih—
menyayat perlahan tanpa seorang pun yang tahu.
Ayah, aku rindu.