Aku lelah menjadi langit
yang selalu menahan hujan
demi orang lain tetap teduh.
Lelah menjadi laut
yang terus menerima sungai-sungai luka
tanpa pernah diminta siapa yang mengeringkanku.
Aku terlalu sering menjadi maaf
bahkan sebelum kesalahan selesai diucapkan.
Terlalu sering menjadi pengertian
bahkan saat hatiku sendiri tak dimengerti.
Aku belajar mengalah,
belajar menjaga,
belajar memahami,
hingga tak sadar,
yang terus belajar itu hanya aku.
Sementara yang lain
datang membawa kata-kata tajam,
pergi tanpa merasa bersalah,
dan kembali seolah tak pernah melukai.
Kini, dari lelah yang panjang itu,
lahirlah aku yang baru
bukan lagi takut kehilangan,
bukan lagi gemetar ditinggalkan.
Karena ternyata,
yang paling menyakitkan,
bukanlah pergi,
melainkan bertahan,
di tempat yang tak pernah benar-benar menginginkan kita.
Dan jika suatu hari aku memilih melangkah,
itu bukan karena aku tak peduli,
melainkan karena akhirnya,
aku peduli pada diriku sendiri.
Aku hanya ingin hidup dengan tenang
0 komentar:
Posting Komentar