Ayah, terima kasih.
Meski sudah tiada, Ayah masih menemukan jalan untuk menasihati Endek: lewat mimpi.
Ayah tak pernah memberi jawaban pasti,
hanya meninggalkan petunjuk untuk Adek tafsirkan sendiri.
Mungkin begitulah cara Ayah mengajarkan Endek:
untuk berpikir, memilih, dan pada akhirnya,
berani melangkah dengan keputusan sendiri.
Empat tahun berlalu,
dan ternyata cara Ayah mencintai Endek masih tetap sama