Rabu, 19 Maret 2025

فارغ

Setelah kepergiannya,

Kupikir aku akan melanjutkan hidup seperti biasa,
Tapi nyatanya, aku tetap di sini - terjebak dalam sunyi.

Aku memang tidak menangis di hari pemakamannya,
Tapi duka itu tidak pergi bersamanya.

Tahun demi tahun berlalu,
Mereka bilang waktu akan menyembuhkanku,
Namun kehilangan ini justru semakin terasa.

Ternyata, duka bukan sesuatu yang pudar oleh waktu,
Ia tetap hidup, bernafas di dalam diri.

Karena aku tidak hanya kehilangan raganya,
Tapi juga perannya dari hidupku.

Lalu, masih pantaskah aku hidup jika kematian selalu menggema di pikiranku?

Jika tiap langkah hanya bayang-bayang kehampaan,
Jika hidup tak lagi memberi alasan untuk tetap tinggal?

Aku bertanya,
Tapi mungkin jawaban itu bukan tentang pantas atau tidak,
Melainkan tentang menemukan cahaya di antara gelap yang menyesakkan.


0 komentar:

Posting Komentar